Jumat, 03 November 2017

Frans Seda Merawat Indonesia di Saat Krisis

Judul
:
Frans Seda Merawat Indonesia di Saat Krisis
Penulis
:
Mikhael Dua
Penerbit
:
Obor
Bahasa
:
Indonesia & Belanda
Tahun Cetak
:
2012
Halaman
:
169
ISBN
:
978-979-565-639-5
Harga
:
Rp. 70.000
Status
:
Ada

Tanpa keadilan setiap orang yang memiliki kekuasaan sulit untuk membedakan antara recht (hukum), wet (peraturan, dan macht (kekuasaan). Frans Seda berargumentasi, “Dari pengalaman saya sebagai menteri, seorang yang sedang berkuasa mudah sekali terbawa oleh kekuasaan (unjuk kuasa), oleh prestise intrik-intrik sehingga dalam mengadakan pengaturan-pengaturan tidak secara murni lagi melihat mana yang merupakan kepentingan umum, mana yang pribadi, mana yang menjadi hak umum, hak orang dan haknya. Kabur pula rasa adil. Keadilan dan recht pun terkubur.”

“Pengenalan dengan Pak Frans Seda diperoleh dari ceramahnya yang selalu segar dan menggerakkan hati, prestasi dan perannya yang mengagumkan, keluwesan dan kecerdikannya yang menonjol. Kebijaksanaannya yang unggul, dan semangatnya yang tidak pernah kendor. Melihat perawakan badannya, warna kulitnya, dan sejumlah sifat-sifatnya di atas, saya menyebutnya sebagai Kresna dari Tanah Flores.” (R. Djokopranoto)

“Frans Seda pernah pegang beberapa kementerian yang gemuk, tetapi saya tidak pernah dengar tentang ketidakberesan dalam mengelola dana besar itu.” (Emil Salim, mantan Menteri Perhubungan dan Menteri Lingkungan Hidup)

“Frans Seda, seorang politisi yang dengan terus-terang mengidentifikasikan seluruh kegiatan politiknya sebagai seorang Katolik di Indonesia dengan seluruh kepercayaan dirinya, tanpa merasa sebagai seorang minoritas.” (Dhaniel Dhakidae)

“Orang ini adalah seorang Katolik yang setelah mendengar Khotbah di Bukit langsung tanpa ragu-ragu melaksanakannya di dalam politik, bisnis dan hubungan antara agama.” (Frans Magnis-Suseno)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...