Senin, 03 Juli 2017

Pemetaan Pangan Lokal di Pulau Sabu Raijua, Rote Ndao, Lembata dan Daratan Timor Barat (Kab. Kupang & TTS)

Judul
:
Pemetaan Pangan Lokal di Pulau Sabu Raijua, Rote Ndao, Lembata dan Daratan Timor Barat (Kab. Kupang & TTS)
Penulis
:
I Wayan Mundita
Penerbit
:
Perkumpulan Pikul
Tahun Cetak
:
2013
Halaman
:
144
ISBN
:
-
Sumber
:
Download
:

Pemetaan Pangan Lokal di Pulau Sabu-Raijua, Pulau Rote-Ndao, Pulau Lembata dan daratan Pulau Timor bagian barat (Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan), ini didasari oleh dua hal.

Pertama, adalah hasil baselining dan profiling Pikul di tahun 2009 yang menemukan para inovator sosial yang mengembangkan bahan pangan lain, yaitu sorghum. Di antaranya adalah Ibu Siti Rofiah dari Lembata, dan Ibu Maria Loreta di Adonara. Kemudian pada perjalanannya, Pikul kembali mengetahui adanya komunitas-komunitas masyarakat yang hanya mengkonsumsi makanan-makanan tertentu, seperti satu komunitas di Kedang, Lembata, yang kemudian kami ketahui tepatnya di Desa Hoeleaq, kaum perempuannya hanya diperbolehkan mengkonsumsi jelai (jali). Alasan ini kemudian memunculkan suatu asumsi, bahwa masih ada komunitas masyarakat ataupun masyarakat secara personal mengembangkan bahan pangan lain tersebut.

Kedua, Pikul percaya, strategi utama untuk melampaui masalah rawan pangan adalah mengembangkan sumber pangan lokal. Salah satu langkah awal yang penting adalah memetakan lokasi tanaman pangan lokal masih ditanam, dikonsumsi dan dikembangkan. Penelitian ini bersandar pada wawancara terstruktur dengan menggunakan kuisioner dan pengamatan cepat terhadap tumbuhan/tanaman yang dilakukan di 5 wilayah sebagaimana disebutkan di atas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...