Rabu, 14 September 2016

Memori-Memori Terlarang

Judul
:
Memori-Memori Terlarang, Perempuan Korban & Penyintas Tragedi ’65 di Nusa Tenggara Timur
Editor
:
Mery Kolimon & Liliya Wetangterah
Penerbit
:
Yayasan Bonet Pinggupir
Tahun Cetak
:
2012
Halaman
:
467
ISBN
:
978-602-99955-1-0
Harga
:
Rp. 100.000
Status
:
Kosong

Kekerasan anti-komunis yang terkait peristiwa 1965 di Indonesia merupakan suatu tragedi kemanusiaan yang menciptakan sisi kelam bagi segenap aspek kehidupan bangsa ini. Peristiwa pembunuhan ratusan ribu rakyat dan pemasungan kebebasan itu telah meninggalkan trauma kolektif yang serius di dalam kehidupan rakyat Indonesia. Korban kekerasan Tragedi ’65 bukan saja individu dan keluarga, melainkan segenap bangsa. Peristiwa ini menciptakan teror dan melumpuhkan keberanian rakyat untuk bersikap kritis terhadap kekuasaan. Dinamika politik bangsa setelah terjadinya tragedi kemanusiaan itu tak pernah bisa dipahami terlepas dari pengaruhnya. Namun sayang sekali belum ada kemauan baik dari banyak pihak, termasuk gereja, untuk mengungkap tragedi kemanusiaan yang terjadi akibat kepentingan politik tersebut.

Sampai hari ini masih ada banyak pertanyaan mengenai apa sebenranya yang terjadi. Mengapa begitu banyak orang yang terbunuh? Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kejahatan yang menimpa anak-anak bangsa ini? Syukurlah bahwa kesadaran untuk mengungkapkan kebenaran mulai timbul. Keruntuhan rezim Soeharto memungkinkan munculnya berbagai penelitian serta tulisan dan terbitan yang bermaksud memberi sumbangan pada pengungkapan kebenaran dalam rangka memahami apa yang telah terjadi.

Sejauh ini belum ada satu pun tulisan mengenai Tragedi ’65 dari cara pandang korban di Provinsi NTT. Tulisan-tulisan dari sudut pandang korban yang kita miliki hingga kini masih berfokus pada wilayah Jawa dan Bali. Memang ada tulisan yang menggambarkan gerakan PKI di NTT, namun tulisan-tulisan itu belum memberi ruang yang besar bagi prespektif korban.

11 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...