Rabu, 01 Maret 2017

In Search of Middle Indonesia, Kelas Menengah di Kota-Kota Indonesia

Judul
:
In Search of Middle Indonesia, Kelas Menengah di Kota-Kota Indonesia
Editor
:
Gerry van Klinken dan Ward Berenschot
Penerbit
:
KITLV-Jakarta & Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Tahun Cetak
:
2016
Halaman
:
319
ISBN
:
978-979-461-928-5
Harga
:
Rp. 100.000
Status
:
Ada

Gelombang reformasi pasca-1998 dalam politik lokal telah membawa kembali kota-kota menengah - yang meliputi ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten atau kota - ke tengah panggung perpolitikan Indonesia. Buku ini membahas kelas menengah Indonesia (sekarang mencapai jumlah 43%!) dari dekat di tempat di mana para anggotanya tinggal, yaitu kota. Indonesia Menengah membangkitkan kekuatan politik nasional, namun ia tidak sangat kaya dan juga tidak terpusat secara geografis. Ini adalah kelas menengah-bawah yang sangat besar, borjuis kecil konservatif yang baru saja keluar dari kemiskinan dan terikat kepada negara. Alih-alih menyambut pasar yang terglobalisasi, pasar terbuka, Indonesia Menengah cenderung menolaknya. Secara politis, ia menikmati demokrasi tetapi menggunakan keterampilan politik dan jaringan clientelistic untuk membuat sistem bekerja mendatangkan keuntungan baginya, yang belum tentu merupakan keuntungan juga bagi elite nasional maupun orang-orang miskin.

Diantaranya terdapat tulisan tentang Kota Kupang yaitu: 1) Sebuah Kota yang Terbelah: Perkembangan dari Segmentasi Berbasis Etnik ke Berbasis Kelas di Kupang, Timor Barat oleh Sylvia Tidey; 2) Tumbuh Besar di Kupang oleh Cornelis Lay & Gerry van Klinken: 3) Mencari Bahasa Indonesia Menengah: Dinamika Bahasa di Sebuah Kota Menengah oleh Joseph Errington.  

Selasa, 28 Februari 2017

Nurani Orang Buna’ Spiritual Capital dalam Pembangunan

Judul
:
Nurani Orang Buna’ Spiritual Capital dalam Pembangunan
Penulis
:
Bele Antonius
Penerbit
:
Gita Kasih
Tahun Cetak
:
2016
Halaman
:
286
ISBN
:
978-602-9114-04-1
Harga
:
Rp. 75.000
Status
:
Ada


Ada satu kelompok masyarakat di pedalaman Pulau Timor Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Belu yang jarang dibicarakan dalam forum ilmiah, karena mereka kurang dikenal. Tulisan tentang mereka masih sangat sedikit. Kelompok masyarakat tersebut adalah masyarakat suku Buna’ yang berbahasa Buna’. Kelompok suku Buna’ ini jumlah anggotanya sekitar enam puluhan ribu orang, tiga puluhan ribu menempati wilayah Timor bagian Indonesia. Adat istiadat dan bahasa suku Buna’ ini sangat unik. Bahasa Buna’ juga sangat sederhana. Sebagai contoh, setiap huruh hidup itu merupakan satu kata, seperti kalimat dalam bahasa Buna’ berikut: O I u a o e a. kalimat ini terdiri dari tujuh kata dan tiap kata itu terdiri dari satu huruf hidup. Kalimat ini artinya: kita yang hidup ini makan nasi dan garam. Sudah lebih dari seratus tahun leluhur mereka berkenalan dengan agama Kristen Katolik sehingga sekarang mereka secara statistik seratus persen adalah pemeluk agama Kristen Katolik. Walaupun sudah menganut agama Katolik, mereka tetap menjalankan ritus-ritus agama asli mereka, agama Hot Esen dengan alasan, ritus agama asli itu adat warisan leluhur jadi tidak bisa ditinggalkan. Ada keunikan-keunikan dalam kehidupan masyarakat suku Buna’ ini.

Senin, 27 Februari 2017

Religi Suku Murba di Indonesia

Judul
:
Religi Suku Murba di Indonesia
Penulis
:
Harun Hadiwijono
Penerbit
:
PT. BPK Gunung Mulia
Tahun Cetak
:
2013
Halaman
:
118
ISBN
:
978-979-687-002-8
Harga
:
Rp. 40.000
Status
:
Ada

Walaupun religi-religi Suku Murba di Indonesia tidak dibicarakan secara mendetail dalam buku ini, dan penulisnya hanya bermaksud memberikan informasi secara umum, apa yang dibeberkan di sini perlu diketahui oleh setiap pembaca untuk memperlengkapi pengetahuan tentang agama-agama yang ada di Indonesia pada umumnya dan tentang kebatinan pada khusunya.

Juga diharapkan bahwa buku ini dapat mengairahkan mahasiswa telogia untuk mengadakan penyelidikan yang lebih mendalam tentang religi-religi tersebut. Pembahasan terkait Suku Murba di Indonesia Timur yaitu Suku Murba di Flores, Sumba, Kepulauan Sebelah Timur Pulau Alor dan Sebelah Timur Laut Timor serta Suku Murba di Seram. Terdapat juga pembahasan Suku Murba di Sulawesi dan Indonesia Barat.

Minggu, 26 Februari 2017

Islam di Timor Timur

Judul
:
Islam di Timor Timur
Penulis
:
Ambarak A. Bazher
Penerbit
:
Gema Insani Press
Tahun Cetak
:
1995
Halaman
:
136
ISBN
:
979-561-319-7
Harga
:
Rp. 75.000
Status
:
Ada

Sejarah Timor Timur tidak hanya mencatat pertentangan. Sejak dahulu rakyat setempat telah menggalang persaudaraan dengan rakyat Indonesia lainnya. Lebih dari itu, persaudaraan mereka telah membuahkan keinginan luhur: Integrasi.

Lewat informasi yang dihimpun sejak 1977 hingga 1992, penulis memfokuskan kajian pada persatuan penduduk asli penganut Zentiu dengan pendatang Arab Hadramaut yang sambil berdagang menyebarkan Islam. Persatuan itu bukan saja dalam hal menyemangati perlawanan mereka terhadap kolonialisme Portugis, tetapi juga dalam mengisi masa integrasi dengan pembangunan di segala bidang, terutama bidang pendidikan agama Islam. Anda yang ingin mengetahui sisi lain Timor TImur, sangat tepat jika membaca buku ini.

Sabtu, 25 Februari 2017

Deliverance, The Inside Story of East Timor’s Fight for Freedom

Judul
:
Deliverance, The Inside Story of East Timor’s Fight for Freedom
Penulis
:
Don Greenlees & Robert Garran
Penerbit
:
Allen&Unwin Australia
Bahasa
:
Inggris
Tahun Cetak
:
2002
Halaman
:
375
ISBN
:
1 8 6508 367 4.
Harga
:
Rp. 150.000
Status
:
Ada

In late 1999 the world watched as a small country became the world’s newest nation amid a frenzy of destruction and killing.

Now. Deliverance tells the inside story of East Timor’s agony, drawing on hundreds of secret document and dozens of ‘off the record’ interviews with government and military insiders in Indonesia, Australia, the United States and the UN. It paints a startling picture of Indonesia’s bloody retreat from East Timor after a brutal 24-year occupation.

Unparalleled acces to sources in Jakarta and Canberra and many months of patient research have enabled the authors to strip away the myths and self-interested accounts to reveal in close and hitherto unreported detail the real story – from a distracted president’s bold decision, to an internationally monitored ballot, to descent into the cauldron of violence and the arrival of the peacekeepers.

Was the murderous violence really carried out by ‘rogue elements’, as the Australian government would have un believe? Who in Indonesia gave the green light to the program whereby the Indonesia military, assisting the UN in supervising the referendum, were also tasked with ensuring its failure by all available means? Were PM John Howard’s efforts to rally support to international action at the Aucklan APEC meeting his finest hour? Could Austrlia have done more to avert the bloodshed? Why wasn’t planning for the peacekeeping operation taken seriously in Canberra until two weeks before INTERFET landed?

These are just a few of the questions answered in this groundbreaking account.

Deliverance is a classic of investigative journalism. If there is only one account you read of East Timor’s struggle for nationhood, this should be it.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...