Rabu, 19 Juli 2017

Mengurai tts di TTS Beberapa Alternatif

Judul
:
Mengurai tts di TTS Beberapa Alternatif
Penulis
:
Drs. Aleks Babys
Penerbit
:
CV. Inara
Tahun Cetak
:
2015
Halaman
:
112
ISBN
:
-
Harga
:
Rp. 55.000
Status
:
Kosong

Buku ini diilhami oleh pemandangan  alam dan kondisi TTS yang penulis sempat saksikan kembali, melalui perjalanan liburan dan napak tilas antara tahun 2010-2012. Beberapa tempat seperti Fatumnasi, Nenas, Fatumnutu, Ayotupas, Ayokokleo, Hauhasi, Oinlasi, Nunkolo, Menu, Kolbano, Sei dan tentu tak lupa kampung tempat lahir penulis – Kuanfatu.

Kesan dan pengalaman diperjalanan sungguh mengasyikkan tetapi melelahkan. Banyak komentar dari isteri dan anakku Kristian yang baru kali pertama merasakan. Diantaranya keindahan alam dan kondisi jalan. Menyenangkan tetapi juga memperihatinkan.

Semua itu penulis renungkan, ditambah berbagai pengalaman puluhan tahun yang lalu serta referensi beberapa media cetak lokal, coba menganalisisnya lalu menuangkannya dalam tulisan sederhana ini “Mengurai tts di TTS”, Beberapa Alternatif.


Selasa, 18 Juli 2017

100 Tahun I. H. Doko, Mengenang Perjuangan & Pengabdian Sang Pahlawan Nasional

Judul
:
100 Tahun I. H. Doko, Mengenang Perjuangan & Pengabdian Sang Pahlawan Nasional
Penyunting
:
Paul J. A. Doko
Penerbit
:
Artha Wacana Press
Tahun Cetak
:
2013
Halaman
:
162
ISBN
:
978-979-909-626-5
Status
:
Kosong

Penerbitan buku dalam rangka memperingati 100 tahun almarhum I. H. Doko ini, jauh dari maksud mengkultuskan sang tokoh, tapi semata-mata dimaksudkan untuk mengenang perjuangan dan pengabdian beliau semasa hidupnya, yang kiranya bisa menjadi teladan serta inspirasi bagi generasi muda bangsa ini.

Banyak kalangan di NTT yang menanggap bahwa peran dan jasa beliau dalam bidang pendidikanlah yang mengantarnya memperoleh penghargaan berupa gelar Pahlawan Nasional. Pandangan yang keliru ini dapat dipahami karena 30 tahun terakhir dari hidupnya, beliau berkiprah di bidang pendidikan di tengah masyarakat Nusa Tenggara, khususnya NTT sehingga generasi kini lebih mengenalnya sebagai tokoh pendidikan. Masa muda yang dijalaninya sebagai seorang politisi yang berjuang menentang penjajahan melalui Timorsche Jongeren, Perserikatan Kebangsaan Timor (PKT) dan Partai Demokrasi Indonesia di Timor (PDI-T) yang dibentuk dan dipimpinnya, serta kegiatannya menggalang kesadaran rakyat dan raja-raja di Timor akan arti kemerdekaan, sikap tegasnya yang menuntut Timor merdeka sekarang juga bersama RI Yogya, perjuangannya sebagai utusan tetap PDI-T di GAPKI, usahanya menggagalkan pemberontakan ex-tentara KNIL di Makassar dan aksinya menggagalkan rencana memproklamirkan NIT merdeka lepas dari RI kurang diketahui masyarakat umum, karena terjadi 60-70 tahun yang lalu, dan kurangnya publikasi. Padahal kiprahnya di bidang politik inilah yang dihargai Pemerintah Pusat dan mengantranya memperoleh Bintang Mahaputra Adipradana dan gelar Pahlawan Nasional.

Senin, 17 Juli 2017

Kamus Istilah Sastra Indonesia

Judul
:
Kamus Istilah Sastra Indonesia
Penulis
:
Nyoman Tusthi Eddy
Penerbit
:
Nusa Indah
Tahun Cetak
:
1991
Halaman
:
229
ISBN
:
-
Harga
:
Rp. 40.000
Status
:
Kosong

Bila kita renungkan secara hakiki, apa sesungguhnya yang kita harapkan dari sebuah karya sastra, maka jawabannya sudah pasti yaitu hikmah yang tersirat didalamnya. Untuk itu tindakan yang paling tepat dalam mendekati dan menggauli sastra ialah apresiasi sastra. Sejarah dan teori sastra hanyalah faktor pelengkap. Namun demikian apresiasi sastra tidak mungkin dilepaskan dari teori dan sejarah sastra. Pemahaman karya sastra dari sudut tema dan makna tidak mungkin tanpa bantuan teori dan sejarah sastra, termasuk berbagai istilah sastra. Hal inilah yang menjadi motivasi utama penulisan buku ini.

Kita sering mendengar atau menjumpai berbagai istilah sastra, tetapi makna dan seluk beluknya kurang jelas karena istilah itu dijumpai pada konteks yang tidak utuh. Karena itu istilah-istilah dalam buku ini diuraikan sejelas-jelasnya secara sederhana, sehingga mudah dipahami. Latar belakang dan contoh-contohnya ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat membantu pembaca sebaik-baiknya.


Minggu, 16 Juli 2017

The Voyage To Marege’, Pencari Teripang dari Makassar di Australia

Judul
:
The Voyage To Marege’, Pencari Teripang dari Makassar di Australia
Penulis
:
C. C. Macknight
Penerbit
:
Ininnawa
Tahun Cetak
:
2017
Halaman
:
301
ISBN
:
978-602-71651-9-9
Harga
:
Rp. 105.000
Status
:
Ada

The Voyage to Marege’ menyediakan kita sebuah pintu baru terkait sejarah orang-orang Australia. Hampir seabad sebelum Kapten Cook melayari pantai timur laut Australia, pelaut dari Asia rutin mendatangi Marege’, sebutan mereka pada kawasan ini, dan bahkan merintis industri di sana. Para laki-laki dari Makassar itu menempuh pelayaran panjang dan berbahaya demi mengumpulkan dan mengawetkan teripang yang dihargai mahal oleh penduduk Tiongkok.
Kajian C. C. Macknight ini menjadi klasik, bertahan hingga 40 tahun, sejak diterbitkan pertama dalam bahasa Inggris 1976 silam hingga diindonesiakan dan terbit pada 2017. Penyigian panjang Macknight ini menjadi salah satu sumber utama studi terkait sejarah Nusantara, terutama industri dan dunia perdagangan maritim abad ke-17 di Indonesia.
Sudah jelas bahwa karya Macknight berkontribusi sangat besar bagi pembaca umum dan para pengkaji dunia maritim dan sejarah perdagangan. Dengan kejelian mata tinjauan dari ragam disiplin ilmu dan mengandalkan bahan melimpah–mulai dari dokumen yang kaya (bukti administratif sampai sketsa/lukis/gambar), temuan arkeologis, catatan etnografis, dan wawancara dengan orang-orang sepuh, yang pada masa mudanya melakoni pelayaran tersebut–Macknight membentangkan pada kita sebuah cakrawala baru yang indah tentang cerita tentang pelayaran-pelayaran epik ini.
Dilengkapi gambar, sketsa, dan foto-foto bersejarah, narasi-narasi lengkap dan berwarna yang disusun, Macknight menjadikan The Voyage to Marege’ menjelma sebagai hadiah yang menggembirakan pembacanya.

Sabtu, 15 Juli 2017

Soekarno Kuantar Ke Gerbang

Judul
:
Soekarno Kuantar Ke Gerbang
Penulis
:
Ramadhan K. H.
Penerbit
:
Bentang
Tahun Cetak
:
2014
Halaman
:
416
ISBN
:
978-602-8811-95-8
Harga
:
Rp. 55.000
Status
:
Ada

Ingatan itu masih tertera jelas. Sosok mungil dengan sekuntum bunga warna merah tersunting di sanggulnya. Hingga bertahun-tahun, sosok itulah yang hidup dalam benak Soekarno. Inggit bukan sekadar kekasih. Dalam dirinya, Soekarno menemukan kawan sekaligus ibu. Di dalam rengkuhan perempuan sederhana itu, dia tumbuh menjadi seorang pejuang yang tangguh.

Tak banyak yang menyoroti kisah cinta antara Inggit Garnasih dan Soekarno. Disusun berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Inggit, Ramadhan K.H. menyampaikan sebuah kisah menyentuh. Lewat novel ini, kita akan tahu episode-episode penting dalam hidup Soekarno sebelum masuk ke istana dengan sosok yang selalu melekat di sana: Inggit Garnasih.

Mereka melewati beragam peristiwa. Masa-masa pembuagan di Ende dan Bengkulu menjadi saksi ketabahan Inggit. Perempuan yang tak bisa baca tulis ini memompa semangat Soekarno dalam caranya sendiri. Tiada jemu bibirnya melontarkan kata-kata yang menyejukkan hati sang kesatria muda tatkala putus asa menyerang. Tiada lelah pula dia mengingatkan akan mimpi besar yang harus dikejar tatkala kecemasan membayangi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...