Selasa, 19 September 2017

Bung Karno di Ende

Judul
:
Bung Karno di Ende
Penulis
:
Yohanes Y. W. Kean
Ilustrator
:
Rendya Adi Kurniawan & Ardian Danandono
Penerbit
:
Nusa Indah
Tahun Cetak
:
2016
Halaman
:
28
ISBN
:
979-429-358-X
Harga
:
Rp. 46.000
Status
:
Ada


Tanah Ende, Bumi Flores…. Menjadi saksi dimana Bung Karno menjalani masa pembuangan selama empat tahun, Sembilan bulan, empat hari. Di tanah Ende pula lah sebuah dasar pemikiran Bung Karno dalam usahanya menyatukan Bangsa Indonesia dalam Kebhinekaan dikonsepkan oleh Sang Proklamator.

Jumat, 15 September 2017

Ensiklopedia Anak Nusantara Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Ensiklopedia Anak Nusantara Nusa Tenggara Timur
Penyusun
:
Arizatus S.
Penerbit
:
Pustaka Anging Mamiri
Tahun Cetak
:
2008
Halaman
:
60
ISBN
:
979-9417-42-2
Harga
:
Rp. 55.000
Status
:
Kosong

Tahukah Kamu?

Negara Republik Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau yang memiliki keanekaragaman budaya, agama, suku, bahasa, dan adat istiadat. Keanekaragaman itu merupakan kekayaan alam yang sangat berharga. Dengan kekayaan alam yang berlimpah, sudah sepatutnya kita mengenal dan menjaga kelestariannya sehingga berpotensi menjadi tempat pariwisata. Ensiklopedia Anak Nusantara ini terdiri dari 10 jilid yang didalamnya berisi informasi tentang keunikan adat istiadat setiap daerah di Indonesia.

Dengan membaca buku ini, diharapkan akan memperkaya pengetahuanmu tentang khazanah dan keindahan nusantara.

Jumat, 25 Agustus 2017

Diskursus Seksualitas Michel Foucault

Judul
:
Diskursus Seksualitas Michel Foucault
Penulis
:
Ampy Kali
Penerbit
:
Ledalero
Tahun Cetak
:
2013
Halaman
:
166
ISBN
:
978-979-9447-31-X
Harga
:
Rp. 50.000
Status
:
Kosong

Implementasi konkret dari visi postmodernisme Michel Foucault (1926-1984) terbukti dalam usahanya membongkar seksualitas dari urusan privat menjadi urusan public (fenomena yang selalu ditemukan dalam realitas masyarakat abad pertengahan dan modern). Foucault menilai bahwa fenomena tersebut justru akan menimbulkan kekacauan dan menyebabkan dekadensi moral. Masyarakat abad pertengahan dan masyarakat modern memperlihatkan bagaimana seks direpresi dan direduksi maknanya. Bahkan public diseragamkan wacananya ketika memperbincangkan seks. Jika seksualitas direduksi hanya kepada tahapan biologis-fisis semata maka yang terjadi adalah kekuasaan baru yang represif pula, di mana nilai-nilai tradisi yang baik dilucuti begitu saja.

Aksiologi diskursus seksualitas Foucault sesungguhnya bertujuan untuk merekonstruksi etika masyarakat postmodern melalui seks dengan menempatkan seksualitas (seks sebagai wacana) pada posisi yang benar. Upaya rekonstruksi Foucault hendaknya tidak saja ditafsir sebagai reaksi terhadap moralitas Victorian yang mendasari pemikirannya, melainkan untuk menciptakan tatanan etika masyarakat yang berbasis pada seks – yakni etika seksual yang membebaskan. 

Kamis, 24 Agustus 2017

The Political Economy of East Timor Development

Judul
:
The Political Economy of East Timor Development
Penulis
:
Joao Mariano De Sousa Saldanha
Bahasa
:
Inggris
Penerbit
:
Pustaka Sinar Harapan
Tahun Cetak
:
1994
Halaman
:
414
ISBN
:
979-416-306-6
Harga
:
Rp. 100.000
Status
:
Ada

On 17th July, 1976, East Timor became the 27th province of the Republic of Indonesia, because the majority of the people of that region wanted integration with the republic. Before that, part of the island of Timor had been under Portuguese rule 450 years.

This book makes very interesting reading for those who are not yet acquainted with this youngest province of Indonesia and its people and culture. It sketches, in brief, the arrival of colonialist Portugal in Timor and surroundings, followed by the exchange of territory plus a sum of money between Portugal and the Dutch, who colonialized Indonesia in 1851.

It continues with the struggle of the people for integration with Indonesia, followed by armed opposition from the little group of East Timorese, Fretilin, who wanted East Timor to be an independent state. Due to the latter, a number of nations still do not recognize the integration with Indonesia.

However, the facts prove that the East Timor people lead a much better and prosperous existence now, compared to the situation when the Portuguese left and prior to integration with the Republic of Indonesia.

And now, what next? Read this book!

Selasa, 22 Agustus 2017

East Timor A Western Made Tragedy

Judul
:
East Timor A Western Made Tragedy
Penulis
:
Mark Aarons & Robert Domm
Bahasa
:
Inggris
Penerbit
:
The Left Book Club
Tahun Cetak
:
1992
Halaman
:
96
ISBN
:
1 875 285 10 5
Harga
:
Rp. 100.000
Status
:
Ada

The massacre of an as yet undetermined number of unarmed civilians in Dili on 12 November 1991 was only latest in a series of massacres which have been carried out by the Indonesian army since the 1975 invasion. Indonesia’s 16-year occupation of East Timor has resulted in the death of 200,000 people by war, famine and repression. One-third of a whole people perished in a genocide comparable with Pol Pot’s in Cambodia.

Yet the West, including Australia, accepted Indonesia’s illegal annexation of East Timor almost without protest. And successive Australian governments –Whitlam’s, Fraser’s Hawke’s and Keating’s- encouraged, accepted and recognized Indonesia’s annexation of East Timor. Even after the Dili massacre, Australia signed a further treaty giving BHP and other oil companies a share in exploiting Timor Gap oil and gas.

Mark Aarons and Robert Domm have written a damning indictment of the Indonesia’s and their policies which will remind all Australians of the continuing tragedy going on just off our coast; a tragedy we helped to created.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...