Jumat, 26 Mei 2017

Ben Mboi, Berbicara tentang Agama, Pemerintahan dan Pembangunan

Judul
:
Ben Mboi, Berbicara tentang Agama, Pemerintahan dan Pembangunan
Editor
:
Drs. Moses N. Lebao
Penerbit
:
Gita Kasih
Tahun Cetak
:
2005
Halaman
:
402
ISBN
:
978-979-3748-68-9
Harga
:
Rp. -
Status
:
Kosong

Pada awal-mula adalah ide, yang kemudian menghasilkan atau melahirkan “sesuatu” untuk dijalankan demi kebaikan bersama dalam sebuah kehidupan public. Lazim terjadi di mana-mana bahwa sesuatu yang dimaksud itu bisa berupa perbuatan atau pekerjaan besar; bahkan sesuatu yang bersifat monumental yang lepas dari kenangan. Pada sisi tertentu, ide inilah yang mendorong setiap orang untuk menghargai karya dan prestasi; yang justru terlahir dari ide yang sama itu dan mempengaruhi kehidupan yang lebih luas.

Terbitan ini merupakan upaya editor untuk mengumpulkan berbagai pikiran dan gagasan Bapak Ben Mboi yang telah dipaparkan dalam berbagai kesempatan dan di hadapan berbagai kelompok pendengar semisal aparatur pemerintah, para birokrat, aparat departemen agama di daerah, para tokoh dan pemuka agama termasuk para pimpinan lembaga keagamaan wilayah NTT. Catatan mengenai para audiens ini harus dilengkapi dengan para unsur pimpinan dan warga institusi sipil dan militer maupun kepada umat beragama dan generasi muda serta khalayak di seantero provinsi NTT. Awal dari semuanya memang sederhana, namun sungguh-sungguh memuat pesan yang sangat kaya, yang jika dikecapi, ia bagai suguhan air segar yang menyejukan.

Akan terlihat bahwa buku ini bukannya sebuah dokumen politik, oleh karena karya ini tabula rasa terhadap bahasa politik atau trik-trik politis tertentu dengan berkubang pada keberpihakan yang picik pada kelompok tertentu. Selain itu karya ini juga bukan kajian akademik, oleh karena di sini hanya termuat jahitan sana sini dari arahan, pidato dan sambutan pada kesempatan yang berbeda. Buku ini lebih tepat sebagai kumpulan ide mengenai pembangunan dan agama dalam bingkai merancang sebuah kehidupan bersama yang lebih baik. 

Kamis, 25 Mei 2017

Kematian Manusia, Pengaruhnya bagi Suku Dawan Timor Tengah Utara

Judul
:
Kematian Manusia, Pengaruhnya bagi Suku Dawan Timor Tengah Utara
Penulis
:
Eman Tulasi & Agustinus Leu
Penerbit
:
Dioma
Tahun Cetak
:
2016
Halaman
:
147
ISBN
:
979-26-0143-0 / 978-979-26-0143-5
Harga
:
Rp. 90.000
Status
:
Ada


Kebudayaan dari masing-masing suku bangsa di tanah air tidak hanya memiliki nilai-nilai lokal tetapi juga nilai-nilai universal. Sejarah mencatat bahwa dari nilai-nilai universal dalam masing-masing kebudayaan suku, para pendahulu bangsa Indonesia meramunya menjadi kebudayaan nasional. Di atas landasan kebudayaan inilah mereka membangun negara. Buku ini berisi pandangan masyarakat suku Dawan di Timor Tengah Utara tentang kematian manusia dan pengaruhnya bagi kehidupan mereka. Ruang lingkup kajiannya memang sangat lokal, namun dapat berdampak universal.

Rabu, 24 Mei 2017

Perempuan Biboki, Mitos dan Pengetahuan mengenai Kehamilan, Kelahiran, dan Pemeliharaan Anak

Judul
:
Perempuan Biboki, Mitos dan Pengetahuan mengenai Kehamilan, Kelahiran, dan Pemeliharaan Anak
Penulis
:
Yohanes G. Amsikan, S.Fil., M. Hum
Penerbit
:
Yayasan Pustaka Nusatama
Tahun Cetak
:
2005
Halaman
:
104
ISBN
:
979-719-257-1
Harga
:
Rp. 50.000
Status
:
Ada

Buku yang berjudul “Perempuan Biboki: Mitos dan Pengetahuan Mengenai Kehamilan, Kelahiran dan Perawatan Anak” ini ditulis sebagai usaha pribadi untuk merekam dan memperoleh gambaran mengenai masyarakat Biboki, khususnya mengenai perempuan dan mitos yang melingkupinya, berikut berbagai kearifan lokal yang dimilikinya sehubungan dengan adat kehamilan, kelahiran dan perawatan anak.

Dengan melihat pentingnya suatu pendekatan sosial untuk memahami hubungan dan pengaruh timbal-balik sistem kebudayaan dan sosial terhadap problem-problem keperempuanan, maka penulis bekerjasama dengan Yayasan Amnaut Bife Kuan (YABIKU), pimpinan Ibu Maria Filiana Tahu, menerbitkan buku dengan fokus perhatian pada perempuan Biboki dengan segala kearifannya. Tujuannya adalah menyebarluaskan informasi, buah pikiran dan temuan-temuan penelitian lapangan yang melihat perwujudan kesejahteraan perempuan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan manusia pada umumnya.

Selasa, 23 Mei 2017

Metafora Tradisi Lisan Tutur Sejarah Lamaholot

Judul
:
Metafora Tradisi Lisan Tutur Sejarah Lamaholot, Tradisi Lisan Masyarakat Flores Timur dan Lembata
Penulis
:
Hendrik Kerans
Penerbit
:
Nusa Indah
Tahun Cetak
:
2016
Halaman
:
258
ISBN
:
979-429-366-0
Harga
:
Rp. 78.000
Status
:
Ada

Sejarah diwariskan dari generasi ke generasi dengan media utamanya adalah bahasa. Masyarakat Lamaholot (Flores Timur dan Lembata) mempunyai tradisi sendiri dalam mewariskan cerita sejarah. Selah satu tradisi itu adalah TRADISI LISAN TUTU’ UKUT RARAN yang menggunakan Pola Bahasa Berpasangan (Dyadic Language). Dalam pola bahasa ini, penutur sejarah selalu menggunakan bahasa symbol atau metafora. Di balik metafora-metafora yang digunakan ini, terdapat begitu banyak nilai-nilai kearifan dan kebudayaan lokal masyarakat Lamaholot dalam interaksi mereka dengan Tuhan, alam, dan sesama manusia.

“Buku ini menawarkan cara unik untuk meneliti bahasa serta semua kearifan lokal yang tersimpan di dalamnya. Hal yang menonjol ialah penggunaan satuan teks dalam wacana yang ada di dalam ilmu bahasa dipandang sebagai unit bahasa terbesar atau tertinggi. Satuan-satuan yang dipelajari umumnya dimulai dari morfem, kata, frasa, klausa, dan seterusnya sampai unit terbesar wacana yang terdiri dari kalimat-kalimat dalam konteks: konteks orang, waktu, tempat, dan fungsi komunikasi yang lain. Teks yang disajikan dalam buku ini merentang dari keeping-keping pengetahuan yang menyangkut seluruh pandangan hidup masyarakat Lamaholot, dan keseluruhan teks yang ditelaah, disajikan dalam kerangka piker yang baru sehingga kearifan lokal yang tersimpan di dalam bahasa terungkap dan mengungkapkan kekhasan suatu bahasa alami, yang amat bernilai karena tak tergantikan. Dengan ini, buku ini menjadi sumber yang amat kaya untuk berbagai jenis penelitian di bidang bahasa, antropologi, etnologi, psikolinguistik, bahasa ibu, tradisi lisan, dan semua hal renik yang berhubungan dengan peri kehidupan orang Lamaholot.” (Prof. Dr. Stephanus Djawanai, M.A.)  

Senin, 22 Mei 2017

Tuhan Mati di Biara

Judul
:
Tuhan Mati di Biara, Kumpulan Cerita
Penulis
:
Hans Hayon
Penerbit
:
Nusa Indah
Tahun Cetak
:
2016
Halaman
:
178
ISBN
:
979-429-367-9
Harga
:
Rp. 60.000
Status
:
Ada

Cerpen-cerpen Hans memang amat kaya dengan analogi san simbolisme. Penulis menunjukkan pengamatannya yang tajam atas keseharian manusia dan kefasihannya membuat perbandingan yang cerdas. Cerpen-cerpen yang dikumpulkan di sini tidak hanya kaya dengan analogi cerdas seperti di atas. Kisah-kisah yang dikumpulkan di sini adalah analogi-analogi yang tidak membiarkan pembaca menyelesaikannya dengan rasa puas… ketika kebenaran itu telah mati di mana-mana. Tak terkecuali di biara. (Dr. Paul Budi Kleden, tinggal di Roma)

“Nosse Deum, Posse Mori”. Pepatah Latin itu mengatakan “mengenal Allah berarti mengenal kematian”. Meskipun pada kenyataannya, yang disampaikan oleh Hans lewat karya-karyanya ini adalah kebalikannya; mengenal kematian adalah (cara) mengenal Allah. (Dedy Tri Riyadi, Jakarta)

Tiap cerpen dalam buku ini mempunyai benang merah terlihat samar walau terjalin kuat yaitu “iman”. Cerpen dengan tema serupa harus sering dipublikasikan sehingga kehidupan spiritual berkembang, bukan hanya terbatas pada dogma, indahnya jubah dan semerbak dupa. (Vika Kurniawati, Yogyakarta)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...